<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Penjualan dan Pemesanan Tiket Secara Online</title>
	<atom:link href="http://tiket-pesawat-terbang-online.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tiket-pesawat-terbang-online.com</link>
	<description>Tempat Penjualan Tiket Pesawat Secara Online</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Dec 2009 06:21:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tentang Mandala</title>
		<link>http://tiket-pesawat-terbang-online.com/?p=96</link>
		<comments>http://tiket-pesawat-terbang-online.com/?p=96#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 04:11:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mandala]]></category>
		<category><![CDATA[jual tiket mandala airlines]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tiket-pesawat-terbang-online.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[
<p>Mandala Airlines mulai beroperasi di tanah air pada tahun 1969 ketika Indonesia sedang menata ulang sektor ekonomi yang baru saja ambruk akibat masalah ekonomi dan politik. Mandala, yang dulunya dimiliki oleh Kesatuan Militer (Kostrad), pada tahun 1990 dikenal sebagai maskapai Indonesia terbaik dan memimpin pasar di industri penerbangan.
Setelah adanya deregulasi di industri penerbangan pada tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="margin-left: 30px; width: 480px; line-height: 20px; margin-top: 50px;">
<p>Mandala Airlines mulai beroperasi di tanah air pada tahun 1969 ketika Indonesia sedang menata ulang sektor ekonomi yang baru saja ambruk akibat masalah ekonomi dan politik. Mandala, yang dulunya dimiliki oleh Kesatuan Militer (Kostrad), pada tahun 1990 dikenal sebagai maskapai Indonesia terbaik dan memimpin pasar di industri penerbangan.<br />
Setelah adanya deregulasi di industri penerbangan pada tahun 2002, Mandala sebagai maskapai warisan, lamban dalam merespon lingkungan yang baru dan tidak dapat berkompetisi dengan maskapai-maskapai baru.</p>
<p>Walaupun adanya perubahan pasar, pada tahun 2002 Mandala Airlines memenangkan The Most Potential Brand in Airlines Service untuk INDONESIA BEST BRAND AWARD. Maskapai ini kemudian dijual kepada Cardig International (51%) dan Indigo Partners (49%). Kedua investor tersebut melihat adanya potensi pasar yang besar di Indonesia dan membutuhkan sebuah maskapai generasi modern yang dikelola dengan baik.</p>
<ol>
<li>Cardig International memfokuskan bisnisnya pada industri aviasi seperti pelayanan bandara, solusi logistik terintegrasi, in-flight catering, maskapai kargo, pengiriman barang internasional, maskapai penumpang dan saat ini memiliki investasi di 10 perusahaan.<br />
Perusahaan inti yang mendukung sektor aviasi Indonesia adalah JAS Airport Services (yang bekerja sama dengan Singapore Airport Terminal Services &#8211; SATS) dan JAS Aero Engineering (yang bekerja sama dengan Singapore Airlines Engineering Company &#8211; SIAEC).</li>
<li>Indigo Partners, perusahaan yang berinvestasi di sektor penerbangan dan transportasi dan memiliki saham di sejumlah maskapai seperti <strong>Spirit Airlines</strong> (USA), <strong>Wizz</strong> (Europe), <strong>Tiger</strong> (Singapore), <strong>Abnanova Airlines</strong> (Russia) dan, <strong>Mandala Airlines</strong> (Indonesia).</li>
</ol>
<p>Akuisisi Mandala oleh sejumlah investor menandai perubahan yang signifikan yang diawali dengan perubahan brand maskapai ini melalui penambahan dua Airbus A320 di awal peremajaan armadanya.<br />
Pada tahun 2007, tim manajemen internasional diberi mandat untuk mentransformasi maskapai ini secara agresif menjadi perusahaan generasi modern yang efisien, aman dan dapat diandalkan untuk memberikan nilai tambah kepada pelanggan. Tujuan strategisnya adalah untuk menjadikan Mandala Airlines sebagai maskapai terdepan baik di Indonesia maupun regional.</p>
<p>Mandala saat ini mengoperasikan jeringan ekstensif di seluruh Indonesia dengan menggunakan satu jenis pesawat modern yaitu Airbus A320 dan A319. Dengan pemesana 30 pesawat, Mandala akan tumbuh dengan rata-rata 25% per tahun. Didukung oleh karyawan yang berpengalaman dan profesional dan visi yang jelas serta komitmen dari pemegang saham dan manajemen, Mandala Airlines diposisikan siap untuk menjadi rujukan baru bagi keselamatan penerbangan dan pelayanan konsumen di Indonesia.<br />
Mandala merupakan maskapai yang sangat mementingkan layanan pada konsumen yang memberikan ketepatan waktu, layanan yang dapat diandalkan dengan harga yang terjangkau baik untuk perusahaan maupun masyarakat secara umum.</p>
<p>Pesawat Airbus A320 dipilih karena:</p>
<ol>
<li>Fleksibilitas performanya.</li>
<li>Ruang kabin yang luas dan jarak yang panjang.</li>
<li>Lebih nyaman bagi penumpang.</li>
<li>Bahan bakar yang lebih efisien.</li>
<li>Teknologi tercanggih.</li>
</ol>
<p>Sumber: http://www.mandalaair.com/corporate-profile.aspx</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tiket-pesawat-terbang-online.com/?feed=rss2&amp;p=96</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Singkat</title>
		<link>http://tiket-pesawat-terbang-online.com/?p=94</link>
		<comments>http://tiket-pesawat-terbang-online.com/?p=94#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 04:06:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Merpati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tiket-pesawat-terbang-online.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[<p>P.N. Merpati didirikan berdasarkan Peraturan pemerintah Nomor 19 Tahun 1962 yang merupakan tonggak sejarah perkembangan angkutan udara di anah Air. Pada bulan November 1958, Perdana Menteri Indonesia Ir. H. Djuanda secara resmi membuka &#8220;Jembatan Udara Kalimantan&#8221;. Pada perkembangannya, &#8220;Jembatan Udara Kalimantan&#8221; ini terbukti telah maju dengan pesat. Kenyataan tersebut telah mendasari keputusan perlunya untuk dibentuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>P.N. Merpati didirikan berdasarkan Peraturan pemerintah Nomor 19 Tahun 1962 yang merupakan tonggak sejarah perkembangan angkutan udara di anah Air. Pada bulan November 1958, Perdana Menteri Indonesia Ir. H. Djuanda secara resmi membuka &#8220;Jembatan Udara Kalimantan&#8221;. Pada perkembangannya, &#8220;Jembatan Udara Kalimantan&#8221; ini terbukti telah maju dengan pesat. Kenyataan tersebut telah mendasari keputusan perlunya untuk dibentuk suatu perusahaan negara di bidang jasa transportasi udara antar daerah di Indonesia. Maka, sejak 6 September 1962, secara resmi berdirilah P.N. Merpati.</p>
<p>Tugas utama P.N. Merpati Nusantara adalah menyelenggarakan perhubungan udara di daerah-daerah dan penerbangan serba guna, serta memajukan segala sesuatu yang berkaitan dengan angkutan udara dalam arti seluas-luasnya. Aset pertama perusahaan terdiri dari : empat pesawat De Havilland Otter DHC-3 dan dua Dakota DC-3 milik AURI. Dengan modal awal ini, P.N. Merpati Nusantara berusaha keras untuk ikut serta membangun perekonomian nasional dalam bidang perhubungan udara dengan mengutamakan kepentingan rakyat.</p>
<p>Pada awal tahun 1963, ketika Irian jaya diserahkan oleh pemerintah Belanda kepada Pemerintah Indonesia, NV. De Kroonduif yang merupakan perusahaan penerbangan Belanda di Irian Jaya ikut pula diserahkan kepada Garuda Indonesia Airways, termasuk enam pesawat, yang terdiri dari tiga buah Dakota DC-3, dua Twin Pioneer dan sebuah beaver. Karena Garuda lebih memusatkan perhatian pada pengembangan usahanya sebagai flag carrier, maka semua konsesi penerbangan dan fasilitas teknisnya di Irian Jaya dilimpahkan kepada merpati. Pada tahun yang sama, Merpati memperluas jaringan operasinya dengan menghubungkan Jakarta-Semarang, Jakarta-Tanjung Karang dan palangkaraya-Balikpapan disamping membuka rute baru di Irian jaya.</p>
<p>Pada tahun 1969, Merpati dibagi dalam dua daerah operasi, yakni Operasi MIB (Merpati irian barat) dan MOB (Merpati Operasi Barat), yang mencakup jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Sejalan dengan itu, Merpati pun memasuki babak baru dengan berganti nama menjadi Merpati Nusantara Airlines (MNA). Bagaikan tuah keberuntungan, sejak saat itu MNA menjadi nama yang begitu mengena di hati masyarakat luas. Mulai tahun 1970, Merpati tidak hanya mampu mengembangkan operasinya dengan menerbangi rute-rute jarak pendek, melainkan juga rute-rute jarak menengah dan jauh. Perluasan operasi ini berhasil dengan baik. Merpati mulai melayani Penerbangan Regional (lintas batas) yakni rute Pontianak-Kuching dan Palembang-Singapura, juga Kupang-Darwin. Pada tahun 1974, Penerbangan Perintis yang disubsidi pemerintah secara resmi diserahkan pula kepada Merpati.</p>
<p>Sederet keberhasilan dan prestasi Merpati ternyata berbuah kepercayaan. Peran positif Merpati sebagai moda transportasi udara, yang didukung kemantapan manajemen dan Keuangan, mendorong pemerintah untuk menjadikan merpati sebagai perusahaan perseroan (PT). Berdasarkan peraturan pemerintah nomor 70 tahun 1971, status perusahaan merpati diubah menjadi PT Merpati Nusantara Airlines, terhitung sejak 6 September 1975.</p>
<p>Tahun 1975-1978, Merpati merintis operasi berskala lebih besar dengan mengambil bagian dalam penerbangan haji dan penerbangan transmigrasi. Disamping itu merpati juga membantu pengembangan pariwisata dengan melakukan penerbangan borongan internasional (charter flight), misalnya Manila &#8211; Denpasar pp, mengunakan pesawat BAC-111, dan Loas Angeles-Depasar PP, memakai Boeing 707.</p>
<p>Berdasarkan pengaturan pemerintah nomor 30 tahun 1978, pemerintah memutuskan untuk mengalihkan penguasaan modal negara di PT Merpati Nusantara Airlines ke PT Garuda Indonesia Airways (GIA). Dengan pengalihan ini, Merpati sebagai anak perusahaan PT GIA, diserahi tugas melayani penerbangan perintis, penerbangan lintas batas, penerbanagan transmigrasi, penerbangan borongan domestik dan internasional, serta kegiatan lainnya.</p>
<p>Tugas yang diemban Merpati tentunya perlu mendapat dukungan fasilitas yang memadai. Salah satunya adalah bengkel perawatan pesawatterbang (workshop) di bandara Hasanuddin Ujungpandang , yang diresmikan pada tangal 8 Oktober 1979. Sejalan dengan perkembangan perusahaan, perawatan fasilitas pesawat yang ada di Ujung pandang dipindahkan ke Surabaya. Pada tahun 1991, diresmikanlah pusat perawatan pesawat (Merpati Maintenance Facility) di bandara Juanda, Surabaya, sebagai salah satu fasilitas perawatan pesawat terbesar di Asia Tenggara, untuk kelas propeller (pesawat baling-baling).</p>
<p>Era penerbangan internasional dirasakan oleh merpati sebagai tuntutan kebutuhan yang kian mendesak. Maka, pada bulan Agustus 1996, Merpati membuka rute international jakarta-Melbourne. Dengan perkembangan seperti ini, adalah wajar jika kemudian pemerintah menetapkan PT Merpati Nusantara Airlines terpisah dari induknya, Garuda Indonesia, dan menjadi perseroan terbatas yang mandiri dibawah naungan departemen Perhubungan. Pemisahan ini ditetapkan dengan peraturan pemerintah nomor 10 Tahun 1997, tertanggal 29 April 1997.</p>
<p>Sebagai badan usaha milik negara (BUMN), kini merpati berusaha mengoptimalkan peran intinya sebagai&#8221;commercial air transportation&#8221;. Didasari kebijakan pemerintah untuk mendayagunakan BUMN, Merpati sudah menjadwalkan untuk melaksanakn program restrukturisasi, profitisasi, dan privatisasi. Maka, yang sekarang diupayakan adalah implementasi program restruturisasi agar tercapai target Merpati Nusantara Airlines, sesuai dengan visi dan misi yang dideklarasikan manajemen menjadi Airlines Pilihan Utama di Indonesia.</p>
<p>Sumber: http://www.merpati.co.id/html/history.asp</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tiket-pesawat-terbang-online.com/?feed=rss2&amp;p=94</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekilas Merpati</title>
		<link>http://tiket-pesawat-terbang-online.com/?p=90</link>
		<comments>http://tiket-pesawat-terbang-online.com/?p=90#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 04:01:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Merpati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tiket-pesawat-terbang-online.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[<p>Merpati Nusantara Airlines merupakan karya bangsa yang dibesarkan dalam lingkungan budaya dan bahasa yang beraneka ragam. Semuanya menjadi tempaan bagi Merpati untuk tumbuh semakin dewasa. Sejak berdirinya hingga kini, Merpati selalu berusaha berbenah diri dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara, sekaligus membangun citra dunia penerbangan di Tanah Air. Komitmen untuk selalu menjadi yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Merpati Nusantara Airlines merupakan karya bangsa yang dibesarkan dalam lingkungan budaya dan bahasa yang beraneka ragam. Semuanya menjadi tempaan bagi Merpati untuk tumbuh semakin dewasa. Sejak berdirinya hingga kini, Merpati selalu berusaha berbenah diri dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara, sekaligus membangun citra dunia penerbangan di Tanah Air. Komitmen untuk selalu menjadi yang terdepan dalam jajaran maskapai penerbangan nasional bukanlah angan-angan belaka. Tonggak telah dipancangkan, dan bendera sudah dikibarkan. Dengan tetap menjunjung tinggi identitas bangsa, Merpati melaju di era yang kini semakin terbuka.</p>
<p>Berbagai upaya dan strategi telah dan sedang digalakkan untuk mendukung komitmen tersebut, diantaranya adalah program restrukturisasi. Program ini meliputi berbagai peningkatan di bidang kemampuan perolehan laba, efesiensi dan efektivitas, kualitas sumber daya manusia, serta daya saing yang berkesinambungan.</p>
<p>Sebagai anak bangsa, Merpati mempersembahkan yang terbaik bagi negerinya yang tercinta.</p>
<p>Sumber: http://www.merpati.co.id/html/at_a_glance.asp</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tiket-pesawat-terbang-online.com/?feed=rss2&amp;p=90</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The history of Garuda Indonesia is intertwined with that of the nation and the struggle for independence.</title>
		<link>http://tiket-pesawat-terbang-online.com/?p=89</link>
		<comments>http://tiket-pesawat-terbang-online.com/?p=89#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 03:55:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Garuda Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tiket-pesawat-terbang-online.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[<p>G aruda Indonesia&#8217;s first flight began in 1949. The first aircraft is Dakota DC-3.</p>
<p>By the end of 1950, Garuda had 38 aircraft &#8211; 22 DC3s, eight Catalina seaplanes and eight Convair 240s. In 1953, the fleet grew to 46 with the addition of eight Convair 340s, and in 1954 fourteen De Havilland Herons were added. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #008080;"><span style="font-size: large;">G</span> </span>aruda Indonesia&#8217;s first flight began in 1949. The first aircraft is Dakota DC-3.</p>
<p>By the end of 1950, Garuda had 38 aircraft &#8211; 22 DC3s, eight Catalina seaplanes and eight Convair 240s. In 1953, the fleet grew to 46 with the addition of eight Convair 340s, and in 1954 fourteen De Havilland Herons were added. The Catalina flying boats were taken out of service in 1955.</p>
<p>Garuda Indonesia commenced passenger service to Bali in 1951 using Douglas Dakota DC-3 aircraft. The first Denpasar-Sydney service on Garuda Indonesia was in 1969 using Douglas DC-8 aircraft. Over the years, Bali has been consistently voted &#8220;The Best Island in the World&#8221;, and the airline has played an integral role in developing Bali as an international tourist destination.</p>
<p>The historic Asian African Conference was held in Bandung, West Java on 19 April 1955. Garuda Indonesian Airways was the official airline for flying delegates from 29 countries, including Heads of State, into Kemayoran Airport, North Jakarta, before they took the journey to Bandung. In April 2005, the 50th Anniversary of the Asian African Conference was celebrated. Garuda Indonesia became the &#8220;Official Carrier&#8221; flying the 75 Heads of State from Halim Perdana Kusuma Airport in Jakarta to the ceremonies in Bandung including Mr Kofi Annan Secretary General of the United Nations.</p>
<p>In June 1956, the first Haj flight of over 40 Indonesian pilgrims to Saudia Arabia, occurred on a Convair-340 operated by Garuda Indonesia Airways. Today the airline flies over 100,000 Haj pilgrims to Jeddah from Indonesia annually.</p>
<p>In 1961, turbo-prop Lockheed Electras joined the fleet, enabling the launch of a service to Hong Kong.</p>
<p>In 1965, Garuda Indonesia was the first airline from South East Asia to offer intercontinental jet service from Jakarta to Amsterdam via Colombo, Bombay, Rome, and Prague. The flight was operated b the technologically advanced Convair 990A aircraft. The four-engine jet was the first commercial airliner to be equipped with turbofan engines. The Convair 990A still holds the record as the world&#8217;s fastest sub-sonic civil airliner.</p>
<p>In 1969, Fokker F-27 turboprop aircraft went into service on domestic routes and two DC9s were delivered. Two jet F28s were added in 1971 and by 1980 Garuda had 24 DC9s and 33 F28s. The first of its DC10s were delivered in 1976, and the first of six Boeing 747-200s arrived in 1980. Then in 1983, came the A300 Airbuses, followed at the end of the 80s and early 90s by A300-600, B737-300s, MD11s and B737-400s.</p>
<p>From the early 1970&#8217;s to the mid 1980&#8217;s, Garuda Indonesia operated the largest fleet Fokker Fellowship F-28 twinjets in the world. At one point, the Fokker F-28 fleet consisted of 42 aircraft, including the Mk-1000 from 1971, the Mk-3000 from 1976, and the Mk-4000 the most advanced version from 1984. The F-28&#8217;s ended their service on 5 April 2001 with Garuda Indonesia and transferred to Citilink, the low cost carrier of Garuda Indonesia.</p>
<p>Garuda Indonesia became an all jet airline in 1977, when the last of the Fokker Friendship F-27 turboprop aircraft were replaced by the Fokker Fellowship F-28 Mk-3000 twinjets. The fleet consisted of four wide-bodied Douglas DC-10 aircraft, three Douglas DC-8&#8217;s, Eighteen Douglas DC-9&#8217;s, and thirty two Fokker F-28&#8217;s. The all jet fleet allowed Garuda Indonesia to offer a new level of comfort and reliability across the Indonesian archipelago and beyond.</p>
<p>In 1980 the first of Boeing B747-200 jumbo jet aircraft was delivered. By 1984 the fleet consisted of 4 Boeing 747-200&#8217;s, 6 Douglas DC-10&#8217;s, 9 Airbus A300-B4 (Forward Facing Crew Cockpit), 24 Douglas DC-9s and 36 Fokker Fellowship F-28.</p>
<p>On 21 January 1982, Garuda Indonesia was the first airline to operate an Airbus A300-B4 FFCC (Forward Facing Crew Cockpit) using a specially designed two -man analog flight deck, this was the forerunner to two-man glass cockpits used on all modern aircraft today.</p>
<p>In 1985 the Garuda Maintenance Facility at Soekarno-Hatta International Airport and the Garuda Training Centre in West Jakarta were established.</p>
<p>In August 2009, Garuda Indonesia will accept delivery of the first of 50 Boeing B737-800NG (Next Generation) aircraft to meet future demands of the ever-changing travel marketplace.<br />
In 2011, Garuda Indonesia will take delivery of the first of 10 Boeing B777-300 ER (Extended Range) aircraft, which can fly 365 passengers (typical three class seating) 14,685 kilometers nonstop.</p>
<p>source: http://www.garuda-indonesia.com/about-us</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tiket-pesawat-terbang-online.com/?feed=rss2&amp;p=89</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->
